Posted by Abdul Adzim Irsad On Mei - 30 - 2012 3 Comments

Bid'ah Tecela

Bulan rajab di sebut oleh Nabi Saw dengan sebutan ‘bulan Allah/ Sahrullah’’. Sedangkan bulan Sya’ban disebut dengan sahri (bulanku), dan bulan Ramadhan disebut dengan ‘’bulan umatku’’. Ketiga-tiga adalah bulan istimewa, dimana Nabi Saw menyebutkan awal malam bulan rajab waktu dikabulkan do’a, dan juga pertenggahan bulan sya’ban (nisfu sya’ban) dikabulkan do’a. Dan, secara khusus hari-hari dan malam bulan suci Ramadhan adalah waktu dikabulkan do’a. Khususnya pada malam Lailatul Qodar.

Berpuasa pada bulan Rahab adalah sunnah, sebagaimana pernyataan Nabi Saw di dalam hadisnya. Diceritakan, bahwa Usman bin Hakim al-Ansori mengatakan:’’ aku bertanya kepada Said bin Jubair tentang puasa Rajab? Sementara itu kami pada waktu itu  berada di bulan Rajab. Lantas dia menjawab:’’ aku telah mendengar Ibnu Abbas ra menuturkan:’’ Nabi Saw berpuasa sedang berpuasa sampai kami mengatakan:’’jangan berbuka. Dan, berbuka sampai kami mengatakan:’’ jangan berpuasa…(HR Muslim).

Imam Nawawi lants menjelaskan dengan gamblang di dalam kitab Syarah Muslim (Kitab al-Syiyam: Bab 35/hadis 179-181). Maksud Said Ibn Jubair ketika mengambil hadis ini, bahwa puasa itu tidak dilarang dan juga tidak diserukan. Dan, tidak ada ketetapan larangan di dalam berpuasa bulan Rajab, dan juga tidak ada anjuran. Akan tetapi, hukum asal puasa adalah sunnah (mandub). Di dalam kitab sunan Abi Dawud, bahwa Nabi Muhammad Saw mensunnahkan puasa pada bulan-bulan haram (mulia) (Rajab, Dzulhijjah, Muharram, Dzulqo’dah). Dan Rajab adalah salah satu dari bulan mulia (bulan haram).

Jadi, tidak ada alasan menolak atau melarang orang yang berpuasa bulan Rajab. Apalagi menyudutkan dengan ‘’bid’ah’’. Jika Nabi Saw tidak menganjurkan dan tidak melarang, kenapa orang-orang sekarang kadang melarang orang yang berpuasa bulan Rajab. Yang tidak boleh ialah, berpuasa pada bulan Rajab sebulan penuh, karena memang tidak ada ajaran dari Rosulullah Swt.

Beberapa amalan yang tidak ada ajaran dan termasuk dikatekorikan bid’ah ialah sholat al-Roghoib setelah Magrib. Sholat Al-Raghaib jumlahnya 12 rakaat di lakukan setelah sholat magrib sampai memasuki sholat Isa’ dan dilakukan pada jum’at pertama bulan Rajab. Sholat yang yang dilakukan di atas adalah ‘’Bid’ah Madmumah (bi’ah tercela) ( Lihat: Kanju al-Najah w al-Surur fi al-Adiyati allati Tasrohu al-Syudur: hlm 52). Sebagai gantinya ialah sholat-sholat sunnah lainya, seperti; sholat Awabin dan juga sholat sunnah lainya yang di ajarkan oleh Rosulullah Saw.

 

3 Responses so far.

  1. Jhonatan mengatakan:

    For sure it would be nice if we could all be flawless and have ideal reitaionshlps. But it is the hard won reitaionshlps, that took growth and healing, that end up becoming the treasures. I remember every good thing my mother taught me. In fact, I credit her for my love of reading and writing, because even in her worst times she encouraged me. I did a post several months ago to thank her it wasn’t much of a post but I sent her the link. She never acknowledged that she read it, I know she reads my blog but is afraid I will write about her. Anyway, my point friend, is that if you are willing they will see that, and one day they will love you for who you’ve become. Because once we all have children, we begin to see the truth, not just our own version of it.

  2. Darcy Kearbey mengatakan:

    I just want to say I’m all new to blogging and actually loved this web site. Probably I’m going to bookmark your site . You definitely come with tremendous article content. Appreciate it for sharing your blog site.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook