Posted by Abdul Adzim Irsad On Januari - 29 - 2016 0 Comment
Sayyid MuhammadKeluh kesah itu bagian dari watak manusia. Allah SWT membekali setiap hamba-Nya dengan sifat-sifat kekurangan. Keluh kesah itu bagian dari sifat manusia. Hanya saja Allah SWT melarang seseorang yang beriman selalu keluh kesah dalam hidupya. Karena setiap persoalan dan ujian selalu Allah SWT berikan jalan keluarnya.
Janganlah selalu berkeluh kesah tetapi gantilah dengan syukur kepada Allah SWT. Yang membuat orang makin kuat, makin kaya, makin sehat dan makin bertambah nikmat karena rasa syukur kepada Allah SWT. Dalam kondisi apapun, tidak pernah menggeluh dan berkeluh kesah. Sebab, keluh kesah itu akan menjadikan makin resah dan gelisah. Dan makin jauh dari Allah.
Dalam mencari rejeki berhati-hatilah, karena rejeki yang tidak halal jika masuk dalam tubuh seseorang akan menjadikan seseorang keras hatinya. Bahkan mudah putus asa, juga mudah keluh kesah dalam menghasapi setiap ujian dan masalah. Maka berhentilah mengambil bagian ( rejeki) sesasa dengan cara bathi. Disamping dosa besar juga menjadikan hidup tidak tidak berkah.
Janganlah berbohong walaupun itu kecil, karena jika sering berbobong maka suatu saat kita akan dibohongi orang lain. Jujurlah, karena itu sifat para nabi dan itulah yang diajarkan Rosulullah SAW kepada umatnya. Bersikap jujur itu berarti ikut prilaku para utusan Allah SWT.
Jangalah mencaci orang lain, walaupun engkau berbeda atau tidak sula. Mencaci itu bukan ajaran Rosukullah SAW tetapi ajaranya syetan. Orang yang suka mencaci dan mencela itu, berarti harus siap dan ihlas menerima cacian orang. Sebab setiap orang sudah pasti memiliki kekurangan. Rubahlah rasa benci dan caci maki dengan rasa cinta. Itulah ajaran kitab suci yang dicontohkan Rodulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Sekecil apapun niat buruk kita, apalagi sampai melakukan keburukan pasti Allah SWT catat dan kelak akan ada balasan. Tidak ada yang terlewatkan dari pantaun-Nya. Allah SWT “Sungguh banyak malaikat yang selalu mengawasi perbuatan kalian. Para malaikat itu selalu mencatat perbuatan-perbuatan kalian. Mereka mengetahui semua perbuatan kalian.” (Al-Infithaar, 82: 10-12)
Kelak semua catatan manusia baik yang positif mauoun negatif akan ditampakkan dihadapannya. Tidak satupun yang mampu menggelaknya. Semua mulut terkuci, tangan berbicara dan kaki menjadi saksi atas perbuatan kita.
Semoga Allah SWT mencatat semua kebaikan menjadi amal saleh dan keburukan itu dihapus. Karena memang Allah SWT maha pemaaf dan akan memaafkan kepada siapapun yang dikehendaki dari hamba-Nya.
Semoga kita termasuk orang yang pandai bersyukur bukan pandai berkeluh kesah. Bukan pandai mencaci pandai mencintai karena Allah SWT. Dengan bersyukur nikmat akan bertambah dengan cinta dan kasih sayang dunia akan aman dan nyaman (Abdul Adzim Irsad, Malang 26/01/2016)


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook