Posted by Abdul Adzim Irsad On April - 16 - 2012 3 Comments

TUKANG SAPU NAIK HAJI

Muhammah Noor, pada tahun 2006 menunaikan ibadah haji bersama SCTV. Beliau adalah Tukang Becak sekaligus tukang bersih-bersih di Masjid Jami Kota Malang. Setiap waktu sholat, beliau selalu tekun menabuh bedug, sebagai tanda masuknya waktu sholat. Rutinitas ini beliau lakukan dengan ihlas, semata-mata karena Allah Swt.

Suatu ketika saya bertemu dan bercakap-cakap dengan beliau di teras masjid Jami’. Saya melontarkan pertanyaan:’’ Dari mana pak?? Saya Asli Surabaya’’ Jawabnya. Saya bertanya lagi:’’ tinggalnya dimana? Beliau menjawab:’’ saya tinggal di Masjid’’.

Ketika sedang berdiskusi, saya tidak memperdulikan asal usul dan pekerjaannya. Ternyata, setelah saya amati, beliau setiap hari bekerja sebagai penabuh bedug di Masjid Jami. Keihlasan dan ke-istikomahan beliau di dalam menjalankan tugas benar-benar terasa. Setiap memasuki waktu sholat, beliau selalu ontime. Tidak pernah mewakilkan kepada orang lain. Tanggung jawabnya begitu besar di dalam menjaga waktu sholat dengan menabuh bedug.

Rupanya ke-istokomahan Muhammad Noor di uji oleh SCTV. Suatu ketika, seorang dari SCTV mendatangi beliau agar supaya mengantarkan ke Pasar besar. Setelah berkeliling beberapa waktu, tiba-tiba Muhamamd Noor bilang:’’ Pak…saya segera balik ke Masjid untuk menunaikan tugas menabuh bedug’’. Orang SCTV menjawab singkat:’’ diwakilkan saja kepada orang lain’’. Sambil menawarkan uang lebih banyak sebagai ongkos naik becaknya. Mendengar jawaban itu, Muhammad Noor tetap ngotot segera pulang kembali ke Masjid untuk menunaikan tugas rutin menabuh bedug.

Melihat ngototnya, orang SCTV semakin yakin bahwa orang ini benar-benar istikomah dan tanggung jawab di dalam menjalankan tugasnya. Ahirnya, Muhammad Noor kembali kemasjid untuk menabuh bedug.

Rupanya orang SCTV semakin penasara. Pada waktu yang lin, kembali lagi ke Malang dan memint Muhammad Noor untuk mengantarnya kembali. Karena waktunya cukup lapang, Muhammad Noor mengantarkannya. Lagi-lagi, menjelang waktu dhuhur, Muhammad Noor meminta ijin, karena akan menabuh bedug. Agar supaya tidak menabuh bedug, ahirnya SCTV menawarkan uang lebih besar lagi. Lagi-lagi, Muhammad Noor menolak, sebab menabuh bedug lebih nikmat dari pada uang. Dari segi jumlah uang untuk Pak Muhamamd Noor sebagai pekerja tukang becak cukup besar. Tetapi, khidmah (pelayanan) terhadap Masjid Jami’ jauh lebih besar pahalanya, dan tidak bisa dibayar dengan uang.

Muhammad Noor tetap menolak. Belaiu tetap akan pulang, jika tidak mau akan ditinggal. Dari sini SCTV tahu betul kegigihan dan keihlasan, serta ke-istikomahan Muhammad Noor di dalam menjalankan tugas sebagai seorang penabuh bedug. Ahirnya, SCTV meminta data lengkap Muhammad Noor untuk dihajikan. Rupanya, panggilan Allah Swt ke tanah suci berkah dari istikomahnya di dalam menjaga waktu di Masjid Jami’. Jadi, panggilan haji itu kadang tidak ditentukan oleh kepemilikan harta, tetapi karena istikomah di dalam menjalan ibadah semata-mata karena Allah Swt.

Tukang Becak

3 Responses so far.

  1. lista de emails mengatakan:

    this is the first time i am hearing of this. thanks for the information. lista de emails lista de emails lista de emails lista de emails lista de emails

    • admin mengatakan:

      Thank you for the attention you like to read my writing. Hopefully provide a little information to you and the readers wherever they are.

  2. Fletcher Krase mengatakan:

    I simply want to say I am all new to blogs and seriously loved your page. Almost certainly I’m planning to bookmark your blog . You surely have great posts. Appreciate it for sharing your webpage.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook