Posted by Abdul Adzim Irsad On September - 24 - 2012 1 Comment

hajar aswadHajar Aswad yang tertanam disudut Ka’bah bagian selatan dengan ketinggian 1, 10 m dari tanah. Panjang 25 cm, dan lebarnya kurang lebih 17 cm. Batu itu masih otentik dari surga.  Sejak awal diturunkan, bentuknya masih utuh, tidak pecah seperti sekarang. Warnanya begitu putih bersih layaknya susu segar, mengkilau, bersinar terang benerang mengelilingi sekitarnya.jf Namun, seiring dengan perjalanan waktu, dari masa kemasa, warna batu itu berubah menjadi hitam pekat dan gelap, akan tetapi tetap mengkilat dan mengkilau.

 

Para pewaris Nabi (ualama’), seperti: Imam Nawawi, Al-Sairozi, Al-Ghozali, Bukhori dan Muslim juga tidak ketinggalan memberikan keterangan panjang lebar seputar mutiara dari surga itu. Sebagaimana keterangan hadis Nabi Saw, yang di riwayatkan Imam Turmudzi. Nabi Saw pernah menuturkan:’’ Hajar aswad diturunkan dari surga, warnanya lebih putih dari pada susu, dan dosa-dosa anak Adam yang menjadikannya hitam.[1] Di dalam redaksi lain, ada sebuah riwayat bahwa yang tertanam disudut ka’bah itu berwarna putih mengkilau.

Seorang ulama’ tafsir yang dikenal dengan ‘’Mujahid’’, ia mengatakan:’’ ketika Ibnu Zubair merenovasi Ka’bah, saya melihat keujung dimana Hajar Aswad, dan ternyata semua bagian yang di dalam ka’bah berwarna putih’’.[2] Bahwa bentuknya lempeng, berwarna putih bersih, karena sering dicium, maka menjadi hitam pekat, karena dosa-dosa anak manusia. Oleh katena itu, batu surga itu lebih dikenal dengan ‘Hajar Aswad’’ yang berarti batu hitam, dari pada batu putih.  Nama ini sudah  populer, karena warnanya yang hitam pekat nan mengkilat.Cover Hajar Aswad

Seringkali tempat yang penuh berkah itu menjadikan orang lain iri (hasud). Rasa hasud itu muncul dan terjadi terhadap keberadaan Hajar Aswad. Rasa hasud itu, menjadikan mereka (orang hasud) terjadi pada sebuah kelompok sekte Islam Syiah Ismailiyah  Abu Thohir al-Qurmuti.. Rasa iri menjadikan mereka brutal, lupa diri, dan berusaha dengan segala cara. Pada tahun 319 H, kelompok itu mencuri Hajar Aswad dengan cara mencukilnya secara paksa dari Baitullah. Hajar Aswad pecah menjadi delapan bagian kecil, dan kemudian dibawa ke kota mereka. Barulah, pada tahun 339 H, baru dikembalikan, dengan uangan tebusan yang cukup tinggi.[3] Pengambilan paksa itu mengakibatkan, batu mulia asal surga tidak utuh lagi, sebagaimana kita saksikan sekarang di sudut rumah Allah SWT.

 



[1] . H.R Turmudzi

[2] . Abdul Ghoni, Muhammad, Ilyas, Dr, 1423 H. Sejarah Makkah (ter. Anang Rizka) Al-Rasheed Printer- Madinah Munawarah. hlm 47

[3] . Abdul Adzim, 2009. Makkah, Sejarah dan Keajaiban (Aplus-Arruzmedia- Jokjakarta), hlm

One Response so far.

  1. Georgette Busta mengatakan:

    I just want to say I’m beginner to blogs and truly enjoyed you’re blog site. Almost certainly I’m planning to bookmark your blog . You certainly come with fantastic articles and reviews. Thanks for sharing with us your web site.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook