Posted by Abdul Adzim Irsad On September - 21 - 2012 1 Comment

Haji MabrurOrang seringkali membanggakan dirinya kalau sudah bisa menuanaikan ibadah haji dan umrah berkali-kali. Padahal dirinya tahu, kalau membanggakan diri itu tidak diperkenakan dalam agama, bahkan cenderung diharamkan. Hukum haji dan umrah hanya sekali seumur hidup. Yang kedua atau yang ketiga hukumnya sunnah. Artinya, akan mendapat pahala jika dilaksanakan, dan tidak apa-apa jika ditinggalkan. Namun, akan lebih baik dan indah, jika uang yang akan dipergunakan ibadah haji sunnah itu dipergunakan untuk mengentaskan kemiskinan dan membaNtu janda-janda tua yang terlunta-lunta.

 

Yang paling penting dan memiliki penggaruh paling besar dalam pelaksanaan ibadah haji adalah BEKAL. Wajib bagi setiap umat islam agar supaya berhati-hati di dalam mencari duit (ongkos) haji. HALAL, syarat utama bekal jamaah haji. Ibarat air yang mengalir, jika sumbernya keruh nan kotor, maka sepanjang air yang mengalir juga akan keruh. Begitu juga dengan biaya (ongkos) haji yang dipergunakan dari sumber yang kotor, seperti; rentenir, riba, korupsi, ngentit, ngutil, mencuri, merampok, menipu, maka hajinya akan ditolak oleh Allah Swt. Prakteknya memang sah, tetapi Allah Swt tidak akan menerima. Pesan singkat Nabi Saw:’’ Sesungguhnya Allah Swt itu baik, dan tidak akan menerima kecuali yang baik’’.

Terkait dengan ibadah haji dengan harta yang kotor, Syeh Muhamamd Al-Hajjar bependapat:’’telah gugur kewajiba haji, tetapi bukan haji mabrur’’. Ketika orang-orang yang menunaikan ibadah haji dengan bekal harta haram. Saat mengucapakan ‘’Labbaik…Allahuma Labbaik….! Allah Swt menjawab dengan ‘’Tidak Labbaik….haji kalian ditolak….

Oleh karena itu, setiap rupiah yang diperoleh hendaknya diperhatikan asal usulnya. Pastikan uang yang diperoleh halal seratus persen. Dengan begitu, segala pelaksanaan ibadah haji akan berjalan dengan baik dan mendapatkan ridho Allah Swt, dan akan mendapat balasan surga.

Dan, tanda-tanda orang yang hajinya diterima (mabrur) yaitu ada perubahan positif yang signifikan. Menjaga sholat lima waktu dengan berjamaah, rajin bersedekah, peduli dengan sesama dan lingkungan, serta tidak suka menyakiti orang lain dan semakin berkah rumah tangganya. Sebaliknya, jika tidak ada perubahan yang positif, ketahuilah bahwa hajinya perlu dievaluasi dan dikaji secara mendalam.

Tidak cukup dengan bekal yang halal. Prosesnya juga harus benar dan sesuai dengan syariah. Hindari MLM haji, yang telah diharamkan oleh banyak ulama. Hendaknya setiap jamaah haji telah ngaji terlebih dahulu. Pastikan guru/ustad yang mengajari manasik haji telah menunaikan ibadah haji dan mengerti hukum-hukum ibadah haji. Dengan begitu, pelaksanaan ibadah haji semakin mantap. Haji memang kelihatannya gampang, tetapi banyak hukum-hukum yang perlu dipelajari secara mendetail agar supaya hajiya sempurna, mengingat tidak semua orang bisa menunaikan ibadah haji setahun sekali. Jika tidak sempurna, akan merugi sepanjang hidupnya.

Pastikan juga saat berangkat haji, tidak berniaga (tidak membawa barang dagangan). Segala sesuatu itu tergantung niatnya. Jangan samapai ketika berangkat ke Makkah disbukkan dengan dagangan, serta komoditas, seperti; rokok, kaset, dll. Yang demikian itu bisa menganggu interaksi dengan Allah Swt selama di Makkah dan Madinah. Sudah banyak orang yang melakukan demikian. Ahirnya mereka kecewa dan tidak mendapatkan keindahan ibadah haji dan kesejukan kota Nabi Saw selama berinteraksi dengan Nabi Muhamamd  Saw di Madinah.

 

One Response so far.

  1. Johnnie Vaccaro mengatakan:

    I just want to mention I’m very new to weblog and honestly enjoyed your web-site. Probably I’m going to bookmark your blog . You surely have perfect posts. Regards for sharing with us your web site.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook