Posted by Abdul Adzim Irsad On Agustus - 29 - 2012 1 Comment

Tidak semua yang berada di dalam masjid berniat beribadah kepada Allah Swt. Walapun tidak dipungkiri, sebagian besar memang ingin mendekatkan diri kepada Allah Swt. Dan, semua orang meyakininya. Namun tidak sedikit mereka yang hanya sekesar duduk-duduk santai ngobrol ngalor ngidul bersama rekan-rekanya, sekedar cangkruaan. Yang lebih mencenggangkan lagi, ada juga yang bertujuan mencuri sandal jama’ah, atau mencopet dompet. MasaAllah….! ternyata tidak semua orang yang masuk masjid berniat baik…, padahal, masjid itu diperuntukkan untuk orang-orang yang baik. Tapi begitulah realitas yang terjadi di banyak masjid, termasuk Masjidilharam (Makkah).

Pengamanan

Di Masjidilharam ada juga pencopet, penipu, jambret serta ojek. Ketika musim Haji tiba, mereka yang berniat jahat memasang mata dan strategi untuk mneingkatkan hasil sebanyak-banyaknya. Rupaya mereka (maling) tahu betul, jikas setiap orang yang datang di Makkah membawa ribuan dolar dan puluhan juta rupiah, karena bekal haji memang harus banyak dan lebih. Dan, ini terbukti, pada setiap tahun jamaah haji dari penjuru dunia memang membawa uang dan bekal yang melimpah untuk membeli oleh-oleh untuk kerabat dan tetangganya.

Suatu ketika, seorang Jama’ah haji khusus asal Semarang thowaf, ia tidak tahu kalau di sekitar rumah Allah banyak maling dan pencopet. Ia yakin, bahwa di tanah suci Makkah, orangnya baik-baik dan niatnya suci, sebagaimana tanah suci Makkah. Seperti biasanya, setelah merampungkan thowaf, ia langsung menuju Multazam untuk berdo’a. Di Multazam memang tempat orang mencurahkan isi hati. Ia-pun ikut larut dalam tangisan para jama’ah haji yang sedang berebut tempat. Semua berdesak-desakan, hingga terasa ada orang yang mendorongnya. Setelah merampungkan do’anya ia kembali menuju hotel itu istirahat dan berbagi cerita.

Betapa kaget dan terperanjat. Dompet yang tersimpan di sakunya raib, entah kemana. Isinya sekitar US 5000, ia baru sadar ketika berdesakan itulah, dompetnya jatuh atau di copet. Selanjutnya, saya mengantar pada petugas untuk melaporkan kehilangan. Tetapi, apalah daya, uang itu sudah hilang, dan harus direlakan, karena sampai kepulagan juga tidak diketemukan. Setekah kehilangan, Ia baru menyadari bahwa tempat yang suci itu, tidak terlepas dari manusia yang berniat kotor. Manusia yang hatinya kotor, dimanapun akan selalu berbuat kotor. Para pencopet memanfaatkan waktu berdesak-desakan untuk mengambil dompetnya para jama’ah yang sedang berdo’a khusu’ mengharap ridho-Nya.

.

One Response so far.

  1. Delbert Grove mengatakan:

    I simply want to mention I am just newbie to weblog and actually savored this web site. Probably I’m going to bookmark your website . You amazingly have remarkable writings. Thanks a bunch for revealing your web page.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook