Posted by Abdul Adzim Irsad On Juni - 4 - 2013 0 Comment

AbdullahDari sekian banyak Negara di Timur Tenggah, Arab Saudi salah satu negeri yang memiliki kekuatan, mulai militer, ekonomi, sampai urusan agama. Agamawan Arab Saudi cukup banyak dan solid. Mereka termasuk pengikut setia gerakan Syehk Abdul Wahab yang sangat setia terhadap pemerintah.

Dua kota suci, Makkah dan Madinah mendapat perhatian besar dari pemerintah dan ulama Arab Saudi. Semua aktifitas keagamaan dikenadlikan langsung oleh pentolan-pentolan ulama Arab Saudi yang notabene beraliran Wahabi dan bermadzhab Al-Hambali.  Hampir semua dosen-dosen yang mengajar di seluruh kampus Arab Saud harus selaras dengan faham permintah dan ulama pada umumnya.

Begitu juga ulama-ulama yang mengajar di Masjidilharam dan Masjid Nabawi, serta semua masjid diseluruh pelosok kerajaan Arab Saudi harus beraliran wahabisme. Karena memang berdirinya Arab Saudi tidak lepas dari kekuatan tangan Syekh Abdul Wahab.

Sebelum berdirinya Kerajaan Arab Saudi, sebagian besar agamawan (ulama-ulama) yang mengajar berasal dari pelosok duni, seperti;  Afrika, Asia. Indonesia sangat dominan. Ratusan ulama Indonesia menjadi Imam dan Syekh di Masjidilharam dan Masjid Nabawi. Menjadi rujukan ulama dunia. Karya-karya mereka cukup fenomenal dan benar-benar diakui oleh dunia Islam.

Sekarang, berbeda, semua agamawan harus mendapatkan izin dari ulama Saudi, itu-pun harus sesuai dengan faham dan pemikiran wahabi. Jika tidak, mereka harus rela dikeluarkan dari Masjidilharam. Tulisan-tulisan mereka-pun tidak ada yang berani mempublikasikan, kecuali atas izin ulama dan pemerintah Arab Saudi.

Terkait dengan kondisi Arab Saudi saat ini, sebuah Koran The Guardian terbitan Inggris menilai bahwa kondisi Arab Saudi saat ini kurang begitu bagus, dengan kata lain ketenangan di Arab Saudi, bersifat semu dan sementara. Hal ini, tidak lepas dari kondisi Raja Abdullah yang kurang sehat. Masing-masing Raja memiliki anak dan mereka juga memiliki keinginan yang beraneka ragam. Kondisi seperti ini sangat membahayakan sebuah Negara.

Al-Alam melaporkan, The Guardian dalam laporannya menulis, Arab Saudi sampai detik ini aman dari gelombang perubahan, akan tetapi ketenangan itu semu dan sangat rentan.

The Guardian menyebutkan, Arab Saudi telah mengeluarkan dana sebesar 219 miliar dolar untuk menyediakan fasilitas sosial dan infrastruktur… angka tersebut dua kali lebih banyak dari program penyelamatan Yunani.

Koran Inggris ini menyebutkan, “Raja Abbullah yang tahun ini mencapai usia 90 tahun, beberapa waktu lalu mengangkat putranya Mut’ib sebagai Menteri Garda nasional. Sebuah langkah untuk memuluskan jalan bagi pangeran penerus tahta. Namun bodoh sekali jika kita berpikir bahwa dengan langkah tersebut kondisi di Arab Saudi tidak akan memburuk.”

Menurut The Guardian, jika rezim Al-Saud tetap berusaha mendominasi kekuasaan, maka kondisi Arab Saudi akan semakin buruk dan semua harapan untuk reformasi juga akan musnah (www.republika.co.id)

Saudi


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook