Posted by Abdul Adzim Irsad On April - 25 - 2012 2 Comments

doaAmiiin…..Amiiiin Amiiiin……..!artinya ‘’semoga Allah Swt mengambulkan do’a’’. Amin berasal dari bahasa Arab yang memiliki makna permohonoan dan harapan positif dari Allah Swt. Lima do’a yang tidak mungkin ditolak oleh Allah Swt, yaitu “doa orang tua terhadap anaknya, do’a orang yang tersakiti (dholim), do’anya orang musafir (pejalanan untuk ibadah), do’anya orang yang sedang sakit sampai sembuh, dan do’anya orang yang berangkat ibadah haji, sampai kembali ditanah air’’.

Tidaklah berlebihan jika banyak masyarakat selalu berduyun-duyun berziarah kepada orang yang akan berangkat ke Tanah Suci Makkah. Begitu juga ziarah kepada orang yang baru saja pulang dari Makkah dan Madinah. Sesungguhnya, do’a mereka dikabulkan oleh Allah Swt, selama niatnya bersih karena Allah Swt, dan bekalnya juga halal.

Jangan lupa, meminta do’a kepada orang yang baru saja pulang dari Makkah, walaupun berdoa dengan bahasa Indonesia, Jawa, Madura, Bugis, Sunda dll. Sebab, tujuan do’a ialah agar semua hajat (keinginan) dikabulkan Allah Swt. Ketika orang berdo’a, jangan lupa ‘’meng-amini’’ sebab do’a itu kadang menyambung langsung kehadirat Allah Swt. Apalagi, do’a itu keluar dari lisan kudua orangtua. Dimana, Nabi Saw pernah menyampaikan bahwa ridho-Nya, terletak pada ridho kedua orangtua.

Seringkali, orang sekitar kita mengatakan:’ tak do’akan semoga bisa naik haji….? Jangalah menolak atau tidak meng-amininya. Sebab, kadang do’a yang sampaikan itu bisa menembus langit, jika do’anya itu tulus dari hati yang paling dalam. Sering-seringlah meminta do’a kepada orang Sholih, anak yatim, dan orang fakir miskin. Do’a mereka kadang lebih mujarab, karena kedekatan, sabar, dan tawakal mereka terhadap Allah Swt.

Sebuah kisah menarik seputar keberangkatan haji seorang muskin. Ceritanya dua orang Madura yang datang kepada KH Kholil bangkalan. Orang yang pertama ditanya oleh KH Kholil;”’ Cong…tahun depan, kamu berangkat haji ya? Walaupun secara financial terlihat cukup, akan tetapi dia tidak meng-iyakan. Karena dia merasa belum mampu, dan belum siap secara mental, serta harus membiayai anak-anaknya yang sedang kuliyah. Dan ternyata, sampai wafat, dia-pun tidak bisa menunaikan ibadah haji. Rupanya, jawaban atas pertanyaan KH Kholil yang terkenal ke-walianya, menjadi sebuah do’a, sehingga menjadi penghalang. Jika, yang bertanya orang biasa, mungkin tidak sehebat itu dampaknya.

Selanjutnya, dating seorang lelaki dihadapan KH Kholil seorang petani yang miskin dengan pakaian sederhana. Terlihat dari raut mukanya, termasuk orang yang tidak memiliki cukup uang. Akan tetapi, tiba-tiba KH. Kholil bertanya:’’ Cong….! tahun depan, berangkat haji ya?. Laki-laki tidak menjawab:’’ Iya…!, kepalanya mangut-mangut berkali-kali. Rupaya, jawaban’’Iya’’ dan ‘’manggut-mangut’’ itu menjadi sebuah do’a. Terbukti, dia bisa menunaikan ibadah haji sebanyak mangut-mangutnya.

Terlepas dari doa dan amin. Manusia juga harus banyak bermunajat sendiri kepada Allah Swt, serta banyak berusaha. Ditambah lagi, berbuat baik kepada kedua orangtua, dan tetangga sekitarnya. Sesungguhnya, membahagiakan orangtua, sama dengan membahagiakan Allah Swt, walaupun Allah Swt tidak butuh dengan manusia. Buatlah tersenyum manusia sekitar kita, nisacaya senyum itu akan kembali kepada diri kita. Bukankan Nabi Saw penah mengatakan:’’ Allah Swt senantiasa bersama hambanya, selagi hamba itu selalu membatu sesama’’.Wallau a’lam

2 Responses so far.

  1. Nash mengatakan:

    Unbelievable how well-written and infromatvie this was.

  2. Luz Paree mengatakan:

    I simply want to tell you that I am just newbie to blogging and definitely loved this website. Likely I’m want to bookmark your website . You surely have impressive articles and reviews. Many thanks for revealing your web-site.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook