Posted by Abdul Adzim Irsad On April - 11 - 2012 1 Comment

taubatSudah menjadi sebuah tradisi, sebagian masyarakat menunda kebaikan, padahal tuhan telah memberikan kesempatan dan juga memberikan kesehatan untuk beribadahan kepada Allah Swt. Nab-pun mengontari seputar pentingya kesempatan dan kesehatan, sebagaimana keterangan hadis Nabi Saw yang artinya:’’dua kenimatan yang terlupakan, sehat dan sempat’’. Inilah yang menjadi kenyataan di dalam realitas di lapangan. Berapa banyak nikmat sehat yang diberikan, ternyata tidak pandai besyukur kepada-Nya. Justru ketika masih dalam kondisi sehat wal afyat, waktunya banyak digunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Padahal, Nabi Saw mewanti-wanti dalam sebuah keterangan hadina:’’ sebaik-baik ke-islaman seseorang ialah, meninggalkan sesuatu yang tidak ada gunanya’’. Justru yang tidak berguna, dan memberikan mudarat menjadi budaya dan tradisi sehari-hari. Yang demikian ini, Allah Swt mengingatkan di dalam kitab sucinya dengan ‘’ Demi masa…! Sungguh manusia dalam kerugian..(QS al-Ashr(103:12). Yang dimaksud merugi ialah orang yang tidak bisa menggunakan waktu, kesempatan, dan kesehatan dengan sebaik-baiknya. Berapa banyak orang menyesali diri, banyak orang yang berbaring sakit di rumah sakit. Mereka dalam kondisi lemas tak berdaya, menyesaili diri, karena belum bisa maksimal beribadah kepada Allah Swt. Ketika dikunjungi oleh teman-temannya, hanya air mata menetes deras dari sudut-sudut matanya, sebagai tanda penyesalan yang mendalam. Dalam hatinya mengatakan:’’ seandainya aku sehat, pasti aku akan menggunakan waktuku untuk beribadah kepada Allah Swt…! Begitu juga orang-orang kaya, ketika Allah Swt mencabut kekayaan itu, mereka menyesal dengan mengatakan:’’ seandainya harta pemberian Allah Swt ini saya gunakan untuk ibadah haji, pasti aku tidak seperti ini…!.Tapi…tapi, nasib berkata lain, tuhan mencabut harta bendanya dalam waktu sekejab saja. Begitulah orang yang suka menunda kesempatan yang diberikan Allah Swt. Oleh karena itu, jika sudah cukup mampu, tidak ada alasan menunda ibadah haji. Menuda haji sama dengan menutup jalannya sendiri menuju ridho Ilahi. Banyak sudah contoh, orang-orang yang menunda ibadah haji dengan alasan kesibukan, pekerjaan, belum cukup materi, dan dan….padahal realitas tidak demikian. Ahirnya, Allah Swt memberikan penyakit, mencabut rejekinya, dan ahirnya sampai wafat tidak bisa menunaikan ibadah haji. Tidak berlebihan jika Nabi Saw senantiasa mengingatkan dalam banyak keterangan hadisnya agar supaya menyegerakan ibadah haji, serta ibadah lain, sebelum kesibukan lain datang. Semoga para pembaca, bukan termasuk orang-orang yang suka menunda kebaikan…!

One Response so far.

  1. Fletcher Krase mengatakan:

    I simply want to tell you that I am just beginner to blogging and site-building and definitely liked you’re blog site. Very likely I’m want to bookmark your site . You definitely have fantastic articles and reviews. Regards for sharing your webpage.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook