Posted by Abdul Adzim Irsad On September - 3 - 2013 0 Comment
Oleh :KH Sahal Mahfudz
KH Sahal Mahfudz

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Dr KH MA Sahal Mahfudz mengatakan, kondisi akhlak bangsa saat ini sangat mengkhawatirkan. Karenanya MUI memprioritaskan program perbaikan akhlak bangsa dengan membentuk lembaga dan wadah pendidikan yang menangani masalah ini.

 

“Di Indonesia akhlak bangsa perlu diperbaiki,” kata kiai Sahal Mahfudz pada sambutan pembukaan Rapat Kordinasi Daerah (Rakorda) wilayah III di Jakarta, Jumat (7/12/2012) malam. Rakorda yang diikuti pengurus MUI se- Pulau Jawa minus Jawa Timur dibuka Sekretaris Daerah provinsi DKI Jakarta Fajar Panjaitan mewakili Gubernur Joko Widodo (Jokowi) yang berhalangan hadir.

Sebagai organisasi moral MUI, kata kiai Sahal, harus berupaya menuntun akhlak bangsa. Sebagai contoh bagaimana mengatasi masalah kekerasan di masyarakat, tawuran antar pelajar dan sebagainya. “Ini perlu lembaga dan wadah pendidikan perbaikan akhlak, kita harapkan MUI daerah juga membentuk lembaga serupa di tingkat provinsi serta kabupaten dan kota,” kata kiai.

Di tempat yang sama,Koordinator Ketua Harian MUI Dr. KH Ma’ruf Amin setuju untuk  membentuk lembaga Pusat Dakwah dan Pendidikan Akhlak Bangsa. “Kita akan bekerjasama dengan Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” jelasnya.

Ma’ruf menuturkan, pembentukan lembaga ini merupakan program prioritas MUI. “Sasaran kita melakukan perbaikan, harus paripurna,” katanya. Dengan keberadaaan lembaga itu akan dicetak tenaga pendidik/instruktur yang akan diterjunkan di berbagai lapisan masyarakat.

Ia menegaskan, saat ini sudah mulai dirasakan pergeseran akhlak, karakter dan jati diri tersebut. Gejalanya sudah mulai kita lihat, bergesernya norma dan tata nilai yang selama ini dipegang erat, terutama di kalangan remaja dan pemuda.

Selain itu, Ma’ruf Amin juga menyoroti maraknya perilaku korupsi, banyaknya tontonan penuh maksiat dan amoral, semakin lunturnya sopan santun serta menguatnya budaya permisif. Tak hanya itu, dia pun amat prihatin makin akrabnya masyarakat kita dengan tindak kekerasan dan tawuran, serta semakin pudarnya kearifan yang selama ini menjadi jati diri bangsa.

Contohya masalah pernikahan 4 hari Bupati Garut Aceng Fikri. Kiai Ma’ruf Amin menyatakan, perilaku itu membuat risih, sebagai pejabat public berbuat seenaknya tanpa kesadaran. “Karena itu perlu ada penataan akhlak bangsa,” tegasnya.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook