Posted by Abdul Adzim Irsad On Juli - 5 - 2012 1 Comment

 sya'banBulan Sya’ban merupakan bulan dan musim yang penuh rahmat. Sya’ban  disebut juga  dengan Lailatul Mubarokah, hal ini disebabkan karena  banyaknya kebaikan di dalamnya. Pada bulan ini  sangat dianjurkan meningkatkan ketaatan dengan berpuasa sunnah, banyak sedekah, menghidupkan malam dengan qiyamu lail, dan masih banyak lagi kebaikan yang dianjurkan oleh Nabi Saw pada bulan Sya’ban ini.

Ibarat seorang pedagang, bulan ini merupakan keberhasilan bagi mereka yang mengharapkan  keuntungan akhirat sebanyak-banyaknya. Barang siapa yang mempergunakan bulan Sya’ban dengan sebaik-baiknya maka termasuk orang yang sangat beruntung. Pada salafus sholih selalu berdoa:’’Allahumma Innaka Afuwun Tuhibbu al-Afwa fa’fu Anna’’. Dengan harapan mendapatkan maaf dan pengampunan dari Allah Swt atas dosa-dosa yang pernah dilakukan baik kecil maupun besar.

 

 Makna  Sya’ban?

Beberapa Ulama’ berpendapat bahwa Sya’ban berasal dari Assi’bu” yang berarti Jalan di gunung, yang berarti jalan kebaikan. Dikatakan juga, bahwa Sya’ban berasal dariAssa’buyang berarti Al-Jabar (memaksa). Artinya Allah memecahkan  hati pada bulan Sya’ban. Dikatakan juga,  Sya’ban karena banyaknya kebaikan hingga becabang-cabanga yang Allah turunkan pada bulan ini.

 

Pada bulan ini banyak kaum muslimin  benar-benar mempersiapkan diri untuk meyambut  bulan Sya’ban dengan bertaubat, ibadah, dan taat kepada Allah Swt. Banyak mereka yang beramal sholeh dengan menghidupkan hatinya seraya berdzikir mengingat Allah Swt, baik secara pribadi dirumah maupun berjamaah. Bagi penduduk Indonesia yang berduit, berbondong-bondong berangkat ke Makkah untuk menunaikan ibadah umrah dan mengunjugi Nabi Muhammad Saw. Begitu juga penduduk Makkah, baik yang asli maupun mukimin ikut serta meramaikan bulan Sya’ban dengan memperbanyak Umrah serta thowaf sunnah. Tidak lupa, berziarah  ke makam Nabi Saw, di kota Madinah.

Banyaknya barokah serta rahmat pada  bulan Sya’ban menjadikan semangat baru, untuk  memperbanyak ibadah kepada Allah swt. Disisi lain pada bulan ini memang banyak sekali peristiwa yang sangat penting dan bersejarah untuk direnungi bersama. Di bulan Sya’ban memiliki makna  historis yang sangat tinggi, wajar sekali jika kaum muslimin menjadikan bulan Sya’ban sebagai bulan mulia setelah bulan Romadhan. Secara khusus, Nabi Saw menerim wahyu dari Allah Swt pada bulan Sya’ban. Kejadian menarik yang terjadi pada bulan Sya’ban sebagai berikut:

 

1-      Perpindahan Kiblat.

Sebelum Ka’bah menjadi kiblat sholat, Al-Quds sudah lama menjadi kiblat Nabi Saw dan sahabat. Diperkirakan, Nabi Saw berkiblat ke Al-Qud (Palestina) kurang lebih  tujuh belas bulan lebih tiga hari. Sebagaimana keterangan hadis Nabi Saw, yang diredaksikan dari Abu Hatim Al Bisti ra. Cukup lama Nabi Saw berkiblat, tetapi orang-orang Yahudi tetap saja sombong dan angkuh.

Kemudian Nabi Saw memohon petunjuk dari Allah Swt, agar supaya kiblatnya dikembalikan semula (ke Baitullah). Ketika Nabi Saw sedang melaksanakan sholat dhuhur, turunlah wahyu yang memerintahkan Nabi Saw untuk merubah kiblatnya. QS al-Baqarah (2:144)  yang artinya:’’Sungguh kami sering melihat mukamu menengadah  kelangait, maka sungguh kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkalah mukamu kearhnya. Dan sesunguhnya orang-orang ( Yahudi, Nasrani) yang diberi Al kitab  ( taurat dan Injil ) mengetahui bahwa berpaling  ke Masjidil Haram benar dari tuhanya: dan Allah sekali-kali  tidak lenggah dari apa yang mereka kerjakan.”

Adapun waktu perubahan itu ketika Rosulullah Saw sedang gelisah menunggu wahyu dari Allah Swt. Seringkali Rosulullah Saw menegadahkan wajah kelanggit memohon petunjuk-Nya. Sampai suatu hari, ketika sholat berjama’ah dhuhur. Turunlah ayat ini, sehingga dengan seketika Rosulullah Saw merubah kiblatnya ke Makkah (Masjidil Haram). Tempat turunnya wahyu ketika sholat berjama’ah dhuhur dinamakan Masjid Qiblatain (masjid dua kiblat). Terjadinya, perubahan kiblat itu yaitu hari selasa Nisfi Sya’ban.

 

2-      Diangkatnya Amal Perbuatan.

Dari beberapa keistimewaan bulan Sya’ban yaitu diangkatnya amal manusia kelanggit. Hadis Nabi Saw yang diriwayatkan oleh Usamah bin Zaid menjelaskan:’’Saya mengatakan “Ya Rosulullah..!Saya tidak perna melihat panjenengan siyam (puasa) pada bulan dari beberapa bulan seperti apa yang sedang dilakukan pada bulan Sya’ban. Rosulullah berkata:“Itu adalah bulan yang ditutup manusia dari bulan itu antara bulan Rajab dan Romadhan, dia adalah bulan yang diangkat pada bulan itu amal-amal disisi Tuhan semesta Alam. Dan saya menyukai amalku diangat ke hadapan-Nya, ketika aku dalam kondisi berpuasa “(HR.Nasai).

 

Dalam hadis lain, Ibnu Khuzaimah dalam kitab shohihnya menjelasakan:’’Malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada waktu sholat Fajar dan sholat Asar. Mereka berkumpul pada sholat fajar, maka malaikat siang naik kelanggit, dan malaikat malam menginap. Maka Allah Swt menanyakan perihal hambanya, dengan mengatakan:’’bagimana keadaan hambaku ketika kalian tinggalkan?  Maka mereka menjawab (Malaikat): “kami datangi mereka sedang melaksanakan sholat, dan kami tingglakan, mereka sedang melaksanakan sholat maka ampunilah mereka dihari kiamat (hari pembalasan).

Hadist ini sebagai penegasan bahwa Allah memang memberikan tugas terhadap dua kelompok malaikat yang bertugas khusus untuk mengikuti semua aktivitas kita sehari hari. Setiap pagi dan sore mereka meloporkan hasil pantaun serta catatan actual aktifitas manusia. Selanjutnya, melaporkan kehadirat pada Allah Swt. Diangkatnya amal perbuatan kita, ada yang bersifat harian, ada juga yang bersifat mingguan dan ada pula yang bersifat bulanan dan tahunan, ada juga yang bersifat sepanjang zaman.

One Response so far.

  1. Buck Sauveur mengatakan:

    I just want to tell you that I am just very new to blogging and site-building and definitely enjoyed you’re page. Almost certainly I’m planning to bookmark your blog . You definitely have excellent posts. With thanks for sharing with us your web site.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook