Posted by Abdul Adzim Irsad On Februari - 4 - 2016 0 Comment

Jamaah UmrahOrang sering mengatakan “barang itu sesuai dengan harganya”. Artinya jika barangnya berkualitas, maka harganya juga pasti mahal (sesuai), begitu juga sebaliknya. Itu berlaku bagi barang maupun jasa. Dalam prinsip ekonomi, Adam Smith pernah mengatakan”berusaha dari sekecil-kecilnya, untuk mendapatkan penghasilan sebesar-besarnya. Ini berlaku bagi semua bisnis, termasuk bisnis haji dan umrah. Kelihatanya namanya Ibadah Haji dan Umrah, tetapi tetap saja unsur bisnisnya juga gede.

Yang terpenting dalam usaha itu haus professional. Ada harga, ada rupa. Artinya, jika harganya mahal (tinggi), berarti pelayalanan harus bagus dan berkualitas, baik pelayanan ibadah, transportasi, dan akomodasi bahkan urusa perut juga harus memuaskan. Jika harta mahal, berarti hotelnya harus dekat, peswatanya juga harus bagus, seperti; Garuda, Saudi Air Line, Qatar, Ittihad.  Sebalinya, jangan meminta hotel bagus jiga bayarnya cuma 20 juta. Jangan meminta hotel bagus, jika hanya membayar 20 jutaan.

Loginya, umrah dengan 1600-17.00 $ itu umrah minimalis. Biaya itu akan habis untuk biaya pesawat dan hotek bintang tiga selama seminggu. Dengan demikian, setiap jamaah umrah yang akan menunaikan ibadah umrah, harus hati-hati terhadap tawaran umrah murah. Bisa-bisa, umrahnya bisa terlantar. Apalagi, cukup banyak travel yang abal-abal (ngawur), yang tidak takut dengan dosa.

Setiap tahun selalu ada kisah pilu jamaah haji yang terlantar, baik saat berada di Singapura, Thailand, Malaysia, Jakarta, bahkan di Jeddah dan Madinah. Sebagian besar dari jamaah yang terlantar itu dari daerah, bahkan ada juga dari kota besar. Ini menjadi pelajaran penting, bahwa umrah murah itu sangat mengkhawatirkan. Apalagi, tidak memiliki ijin. Sudah pasti membahayakan.

Saat ini ada sebanyak 70 jamaah umrah asal Sulawesi Selatan telantar di bandara Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (4/2/2016). Para jamaah yang menggunakan jasa penyelenggara umroh itu tiba di Kuala Lumpur, sejak Rabu (3/2/2016) kemarin dengan menggunakan pesawat AirAsia.

Astrid, salah satu putri pasangan suami-istri yang dalam rombongan ini, Rauf (55) dan Muftiha (50), yang dihubungi detikcom, menyebutkan bahwa orangtuanya telah membayar biaya Rp 17 juta sejak setahun lalu (http://news.detik.com/berita/3134995/70-jamaah-umrah-asal-sulsel-telantar-di-bandara-kuala-lumpur) Semoga persoalan klasik seperti ini bisa segera teratasi, dan tidak terjadi setiap tahun.

Bagi calon jamaah umrah, hendaknya hat-hati di dalam memilih travel yang akan digunakan, khususnya masalah harga. Semoga jamaah umrah yang sedang terlantar, Allah SWT berikan kesabaran dan semoga menjadi pelajaran bagi masyarakat Indonesia yang akan menunaikan ibadah umrah.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook