Posted by Abdul Adzim Irsad On Mei - 4 - 2017 0 Comment

Empat pesan Rosulullah SAW kepada penduduk Madinah saat pertama kali hijrah ke Madinah

(1) Tebarkan salam: Salam itu artiya menebarkan keamanan dan kenyamanan kepada sekitarnya. Ketika mengucapkan salam, sesungguhnya dia sedang berkata kepada teman, rekan, tetangga “sesungguhnya aku tidak memiliki masalah sedikitpun dengan kalian”. Oleh karena itu, ketika mengucapkan salam, hendaknya dengan wajah yang sumringah dan menyenangkan. Tidak satu-pun negeri yang hebat, kecuali penduduknya selalu menebarkan perdamaian, walupun kepada orang yang berbeda agama dan keyakinan. Islam mengajarkan agar saling menghormati.

(2) Melestarikan silaturahmi. Rosulullah SAW pernah berpesan “Jika kalian ber-iman kepada Allah SWT dan hari akhir, maka mulyakan tetangganya”. Artinya, orang yang suka bersilaturahmi dengan teman, kerabat, tetangga berarti telah mengamalkan ajaran Rosulullah SAW. Silaturami itu biasa, yang luar biasa itu ketika silaturahmi kepada orang yang menyakiti dan memutus tali pesaudaraan. Ini baru keren.

Dinusalam (3) Dermawan kepada sesama. Orang sering kali sinis melihat tetangga, rekan yang beda agama. Apalagi, yang dlilihat orang asing, seperti; China, Arab. Padahal, manusia perbedaan etnis, suku, bahasa itu merupakan sunnatullah. Tidak ada orang yang meminta lahir menjadi orang Arab, China. Semua orang terlahir karena kehendaka Allah SWT. Apapun agama dan keyakinan, selama itu hamba Allah SWT, wajib dimulyakan, apalagi dia sangat membutuhkan.

(4) Suka bangun malam. Sholat malam itu bagian dari kesempurnaan umat Islam. Nabi SAW tidak pernah meninggalkan sholat malam. tetapi, Nabi SAW juga tidak mewajibkan sholat malam. Orang yang istiqomah sholat malam, maka maqomnya akan sangat mulia di sisi Allah SWT.Hanya saja, jangan sampai rajin sholat malam, tetapi sering dipamerkan, sehingga kadar sholat malamya berkurang.

Jika empat pilar itu di amalkan dengan baik, benar, sesuai dengan ajaran Rosulullah SAW, sahabat dan para pewaris para Nabi (ulama), maka akan melahirkan komunitas (masyarakat) yang aman, tentram, serta menjadi masyarakat yang Madani.

Hindari saling bermusuhan, saling membenci dan apalagi saling menyesatkan dan mengkafirkan, karena itu sifat tercela. Apalagi, merasa lebih baik dari pada yang lain, dan merendahkan sesama. Ini wataknya Iblis yang merasa lebih baik dari adam, karena meras bahwa nasabnya (bahan baku) dari Api sementara Adam dari tanah…


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook