Posted by Abdul Adzim Irsad On April - 30 - 2011 1 Comment

rumah nabi muhammadTempat tinggal seseorang disebut dengan rumah. Rumah yang baik yaitu rumah yang penghuninya senantiasa memperhatikan nilai-nilai, serta norma agama. Tempat (daerah)  juga mempunyai penggaruh yang sangat kuat terhadap para pemukimnya. Oleh karena itu, Allah Swt memilih Makkah sebagai tempat kelahiran Nabi Saw, dan sekaligus medan perjuangannya. Dan Madinah pilihan Allah Swt, sebagai tempat kediamannya yang sekaligus tempat peristirahatan terakhir. Pemilihan dua tempat itu bukan serta merta keinginan Nabi Saw, tetapi memang pilihan Allah Swt untuk mahluk pilihan terbaiknya.

Namun demikian, Nabi sebagai manusia pilihan, tidaklah membuat rumah yang bagus, besar nan mewah. Baik saat beliau masih di Makkah, atau ketika bermukim di Madinah. Di dalam al-Qur’an terdapat surat al-Hujurat yang artinya kamar. Yang dimaksud kamar (al-Hujrah), dalam ayat ini yaitu rumah. Karena kamar-kamar itu adalah tempat tinggal istri-stri Rosulullah Saw, sekaligus tempat tinggalnya Nabi Saw. Allah Swt berfirman” Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar-Mu kebanyakan mereka tidak mengerti”.[1]

Di dalam surat al-Ahzab kediaman Nabi disebut dengan rumah, sebagai bentuk kemulyaan kepada baginda Nabi Saw. Dalam hal ini, Allah Swt berfirman:’’. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah- rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk Makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya)[2], tetapi jika kamu diundang Maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan.[3] Di dalam sebuah riwayat, Nabi memiliki banyak istri (poligami). Kendati istrinya banyak, beliau tidak membangun banyak rumah untuk istri-istrinya.

Ketika beliau hijrah ke Madinah, beliau lebih mengutamakan membangun tempat Ibadah terdahulu. Baru kemudian beliau membagun dua rumah sederhana. Kedua rumah itu diperuntukan istri termuda (Aisyah r.a) dan istri tetua (Saudah Binti Zam’ah). Sedangkan istri-istri lain, mereka dibuatkan kamar-kamar (hujurat) khusus. Jumlah kamar-kamar (hujurat/rumah), sesuai dengan jumlah istrinya yaitu sembilan[4]. Ini merupakan bentuk ke-adilan Nabi Saw terhadap istri-istrinya.

Rumah atau kamar yang dibagun Nabi untuk istri-istrinya relative kecil untuk ukuran seorang pemimpin kala itu. Menurut banyak riwayat, rumah kanjeng Nabi itu atapnya bisa di jangkau oleh tangan, sebagaiamana penuturan Hasan al-Basri. Di perkirakan, tingginya kurang lebih dua meter. Bagi seorang pemimpin yang sekaligus panutan, tidaklah pantas kala itu. Sampai-sampai Umar Ibn al-Khatab menagis tersedu-sedu tatkala menyaksikan Nabi sedang leyeh-leyeh di kediamannya di atas pelepah kurma (tikar) yang menjadi alasnya. Ketika bangkit, betapa terperanjat Umar, pinggang Nabi terlihat merah bekas pelepah kurmah.

Di samping kecil, rumah Nabi Saw tidak memiliki banyak perabotan mewah nan indah. Sebagaimana rumah dan perabotan pengikutnya, seperti ukiran, lukisan, shofa, meja, kursi tertata rapi menghiasi ruangan tamu dan makan. Perabotan rumah tangga Nabi Saw benar-benar sangat sederhana. Piring dan gelas cukup untuk seorang saja. Dinding-dindingnya putih bersih, tidak ada beraneka ragam lukisan dan hiasan serta gambar. Rumah Nabi Saw mengambarkan penghuninya yang begitu bersih dari beraneka ragam bentuk penyakit hati. Halamanya juga sangat terbatas, karena di depan halaman itu adalah tempat ibadahnya, tempat bermunajat yang dikenal dengan’’ Masjid Nabawi’’.

Sedangkan kamar-kamar istrinya juga sangat sederhana, perabotan rumah tangga dan dapur cukuplah untuk memasak. Perhiasan istri-istri Nabi Saw juga tidak seperti perhiasan wanita sekarang. Mereka hanya memiliki beberapa helai baju, yang cukup untuk menutup auratnya. Kosmetika kecantikan juga tidak pernah menghiasi kamar-kamar mereka. Kecuali beberapa parfum khusus untuk berhias ketika suami menginap di kamarnya. Betapa sempurna Nabi Saw, istrinya-pun hanya berhias untuk sang suami.

Kamar-kamar tak henti-hentinya dipergunakan untuk sholat sunnah, membaca al-Qur’an serta berdzikir. Istri-istri Nabi termasuk wanita pilihan, mereka rajin sholat malam dan juga puasa sunnah. Sebagai wanita, mereka menyukai kehidupan duniawi, tetapi mereka mampu menahan diri, karena kehidupan akhirat lebih kekal nan abadi. Sehingga istri-istri Nabi lebih mementingkan beribadah taat kepada Allah Swt dan sang suami sebagai penuntun hidup sejati.

Para tetangga, sahabat, kerabat Nabi Saw juga memiliki rumah yang tidak jauh berbeda dengan junjunganya. Sang menantu, Ali r.a juga sangat sederhana, bahkan kebutuhan sehari-hari juga kadang tidak tercukupi. Tapi, mereka menerima (qona’ah) bersyukur dan bersabar atas karunia-Nya. Kebanyakan dari sahabat Nabi, kediamanaya di sekeliling masjid. Tujuannya adalah agar supaya bisa mengikuti sholat berjama’ah bersama Nabi serta mengikuti semua pelajaran-pelajaran yang disampaikan setiap saat oleh baginda Nabi Saw.

Begitulah Nabi Saw, beliau benar-benar menciptakan kondisi rumah tangganya jauh dari beragam kemewahan dunia. Kediaman beliau Saw dekat dengan masjid, agar supaya tidak pernah ketinggal sholat berjama’ah. Dan, beliau juga tidak memberikan baju yang mewah kepada istrinya, agar supaya selalu ingat kepada Allah Swt. Bukan hanya rumah, Nabi Saw juga mampu menciptakan lingkungan yang sehat lahir dan batin. Inilah yang disebut dengan kehidupan madani. Keluarga sejahtera dan masyarakat-pun ikut sejahtera karena sang pemimpin sangat peduli terhadap lingkungan dan sahabat-sahabtanya.

 


[1] . Q.S al-Hujurat 4

[2] . Maksudnya, pada masa Rasulullah Saw pernah terjadi orang-orang yang menunggu-nunggu waktu Makan Rasulullah Saw. lalu turun ayat ini melarang masuk rumah Rasulullah untuk Makan sambil menunggu-nunggu waktu makannya Rasulullah.

[3] . Q.S al-Ahzab 53

[4] . Ilyas, Abdul Ghoni, Buyutu al-Shohabat Haula al-Masjidi al-Nabawi, 15- Maktabah Malik Fahad al-Watoniyah.1999.

One Response so far.

  1. Chance Gapinski mengatakan:

    I just want to say I am just new to blogs and honestly enjoyed your blog. Most likely I’m want to bookmark your blog . You actually come with good article content. Cheers for sharing with us your blog.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook