Posted by Abdul Adzim Irsad On September - 14 - 2012 0 Comment

A-    Mempersipkan Diri dan Hati Sebelum Berangkat.

Setiap jamaah haji pasti ingin mendapat predikat haji mabrur. Nabi Saw berjanji, haji mabrur mendapatkan balasan surga. Arti dari balasan surga cukup luas. Surga menjadi lambang kemakmuran, kebahagiaan, kenyamanan, serta keindahan. Jadi, orang yang menunaikan ibadah haji atas dasar iman dan ihlas, serta bekal yang dibawa bersumber dari barang halal, maka Allah Swt akan memberikan balasan surga. Yyaitu kenikmatan dan kebaikan di dunia dan juga di ahirat.  Semua harta yang dikeluarkan untuk ongkos haji, akan dilapatgandakan nan berkah, keluarga semakin tenang. Dan, menjalankan ibadah semakin mantap.

Namun, tidak semua jamaah haji bisa mendapatkan predikat haji mabrur. Tetapi, setiap jamaah haji harus berusaha dan berdoa agar memperoleh predikat haji mabrur. Agar supaya memperoleh haji mabrur, hendaknya memperhatikan langkah-langkah di bawah ini.

1-      Niat haji ihlas karena Allah Swt dan mengharap ridho-Nya. Nabi Saw pernah menuturkan:’’segala sesuatu tergantung pada niat’’ (HR Muslim). Membersihkan hati dari berbagai kotoran haji, seperti; hasad, riya’, sombong, iri, dengki, sebagaimana baju ihram yang putih bersih. Begitu juga hati harus bersih dari beragam kotoran.

2-      Hendaknya ongkos dan bekal yang dibawa dan digunakan untuk ibadah haji harus bersih, sebagaimana niat dan putih dan bersihnya kain ihram. Jika menggunakan harta haram, maka hajinya  tidak diterima, jauh dari ridho-nya, walaupun sah. Sebagaimana berwudhu dengan air kencing, walaupun bersih tetapi tidak mensucikan.

3-      Memenuhi hak-hak Allah Swt terlebih dahulu, seperti; Shalat, Puasa, zakat, Nadzar, puasa, serta kafarat. Sebab, perjalanan haji itu seolah-olah menuju kematian, sehingga sewaktu-waktu meninggal dunia, semua sudah bersih dari kewajiban-kewajibanya.

4-      Niat dengan tekad yang bulat meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk. Selanjutnya bertaubat kepada Allah Swt atas dosa-dosa yang pernah dilakukan dengan cara memperbanyak istihfar, memperbanyak ibadahibadah sunnah.

5-      Memenuhi Hak-hak sesame:

  1. Meminta maaf kepada sesama, dikemas tasyakuran haji. Dimana tetangga dan kerabat datang untuk saling mendo’kan dan saling memaafkan.
  2. Jika masih memiliki tanggungan berupa utang dengan tetangga, kerabat, sahabat dekat segera diselesaikan.
  3. Bewasiat kepada keluarga supatar hak-hak Allah Swt dan hak-hak yang terkait dengan saudara dan kerabat.
  4. Memberikan bekal yang cukup bagi keluarga yang ditinggalkan. Sebab, syarat mampu ‘’Istitoah’’ meliputi biaya berangkat perjalanan selama pelaksanaan haji, serta memberikan bekal bagi keluarga yang ditinggalkan.

6-      Meminta restu (ridho) kedua orangtua bagi yang memiliki orangtua. Ridho Allah Swt terletak pada ridho-Nya. Ketika orangtua ridho, maka setiap langkah kaki akan mendapatkan kemudahan-kemudahan. Bagi seorang wanita, hendaknya meminta ijin (ridho) dari sang suami.

7-      Banyak belajar tentang ilmu haji dan ilmu agama pada umumnya. Sebab, berangkat haji bukanlah picnic, tetapi ibadah kepada Allah Swt. Ketika mengetahui secara mendalam ilmu haji, maka ibadah haji semakin mantap, dengan harapan ibadah hajinya syah dan diterima Allah Swt.

Jika langkah-langkah di atas dapat dilaksanakan dengan baik, dengan ijin Allah Swt akan mendapat predikat haji mabrur. Salah satu ciri yang menonjol dari haji mabrur ialah, ada perubahan signifikan prilaku dan tingkah laku serta tutur dalam kehidupan sehari-hari. Ibadah semakin rajin, dan ketika ketinggalan sholat berjmaah akan merasakan kehilangan, dan berdosa kepada-Nya. Zakat tepat waktu, dan tidak mau menyakiti orang lain, sebalikanya selalu berusaha membuat orang senang dan bahagia.  Semoga orang-orang yang pernah menunaikan ibadah haji senantiasa diberikan predikat haji mabrur dengan ciri-ciri yang telah disebutkanMakkah


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook