Posted by Abdul Adzim Irsad On Maret - 21 - 2012 1 Comment

Arafah berarti mengenal atau mengetahui. Dalam literatur sejarah Islam, asal-muasal dinamakan Arafah adalah karena Adam dan Hawa bertemu kembali setelah terpisah selama ratusan tahun sejak diturunkan ke bumi. Keduanya saling merindukan dan mencari, sampai pada akhirnya keduanya dipertemukan. Tempat pertemuan kedua insan yang dilanda kerinduan tersebut dinamakan Arafah,yang berarti pertemuan kembali Adam dan Hawa.[1]

            Kisah lainnya menceritakan, begitu Nabi Ibrahim usai merampungkan pembangunan Baitullah,  Jibril mendatangi beliau mengajarkan tata cara melaksanakan Manasik Haji. Setelah selesai melaksanakannya, Jibril mengatakan kepada Ibrahim, “Apakah kamu sudah mengerti?” Ibrahim menjawab, “Araftu (aku tahu).” Dari lafazh inilah ulama’ meberikan nama Arafah“.

            Dalam versi lain, Arafah memiliki makna yang berbeda dengan makna kedua kisah di atas. Ini dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Abbas. Menurut beliau, dinamakan Arafah karena tempat ini merupakan tempat berkumpulnya manusia yang mengakui dosa dan kesalahannya.

             Pendapat yang kedua melihat dari sudut pandang awal mulanya dilaksanakan Manasik Haji oleh Nabi Ibrahim bersama Jibril AS, kemudian Ibrahim mengatakan ‘Aroftu..’Aroftu (Aku tahu).[2] Sedangkan pendapat yang terahir melihat dari hakikat ibadah haji yang mana pada tanggal 9 Dzulhijjah semua jama’ah haji berkumpul dengan memohon serta mengakui dirinya penuh dengan dosa, sehingga merela memohon  (maghfirah) ampunan atas segala dosa-dosanya ditempat yang disebut dengan Arafah.[3]

      Arafah adalah tempat istimewa, setiap tahun tepatnya tanggal 9 Dzulhijjah semua duta-Nya (wafdullah) berkumpul dan bermunjat mengharp pengampunan ran ridho-Nya. Para malaikat juga berkumpul mengawasi tamu-tamu Allah yang benar-benar memenuhi panggilan-Nya.

Pada hakekatnya, haji itu adalah Arofah, berdasarkan hadist nabi yang berbunyi: “  ???? ????artinya “Haji itu adalah Arafah( Musnad Imam Ahmad nomor 18796).

Pada tanggal itu, sejak matahari tergelincir, Arafah   menjadi tempat bagi puncak kegiatan semua jama’ah haji. Pada hari itu Allah SWT. melimpahkan maghfirah, ‘inayah serta ridha-Nya. Tidak ada do’a yang dipanjatkan oleh wafdullah, kecuali pasti diterima.



[1] .  al-Fasi, Syifaul Gharam Bi Ahbari Baiti al-Haram1/ 489-Darul Kitab-Beirut. Muhammad, Said, Muni, al-juhri, al-Tobaqotu al-Qubro 1/36, Dar Sodir Beirut.

[2] . Yusuf, al-Zaky Abdurahman, al-Mazy, Tahdibul Kamal 34/10 Muassasah al-Risalah Beirut.

[3] . Imam al-Fasi,Syifaul Gharam Bi Ahbari Baladi al-Haram1/469- Darul Kitab al-Arabi – Beirut.

theme-fW?mn?! ?V mso-bidi-font-family:Arial;mso-bidi-theme-font: minor-bidi’>?? ???? ???? ?????? ?????

One Response so far.

  1. Cedrick Mortin mengatakan:

    I just want to mention I am newbie to weblog and really loved this web page. Likely I’m going to bookmark your website . You surely have remarkable writings. Thanks a bunch for sharing with us your web-site.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook